Target Kunjungan Wisatawan Asing ke Yogyakarta Dirasa Cukup Berat, Ini Alasannya

Target Kunjungan Wisatawan Asing ke Yogyakarta Dirasa Cukup Berat, Ini Alasannya

Angka target kunjungan wisatawan mancanegara pada 2019 untuk DIY sebanyak delapan ratus ribu merupakan perihal yang susah untuk direalisasi.

Target Kunjungan Wisatawan Asing ke Yogyakarta Dirasa Cukup Berat, Ini Alasannya

Target Kunjungan Wisatawan Asing ke Yogyakarta Dirasa Cukup Berat, Ini Alasannya (Sumber: tribunjogja.com)

Menurut Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) DIY Udhi Sudiyanto perlu usaha tidak normal terkait hal ini.

“Dengan 800 ribu, percepatan artinya sekitar 17 sampai dua puluh persen, bukan angka yang tidak susah untuk dicapai. Jadi perlu betul-betul dorongan bahkan memang gak normal, wajib keluar dari kebiasaan,” katanya di Komplek Kepatihan, Selasa (19/9/2017).

Menurutnya upaya yang bisa dilakukan dan dibidik untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara merupakan dengan event dan Mice (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) yang pasti berkelas internasional.

Selain juga mengangkat destinasi wisata seperti gunung api Merapi dan Heritage dari Yogya tersebut sendiri.

sementara itu kegiatan promosi juga diharapkan bisa terus dilakukan atau ada kontinuitas dan dengan tema yang berkesinambungan.

Ia juga memunculkan rencana, bahwa perlu dibentuk tubuh khusus promosi wisata oleh pemerintah DIY.

Badan itu menurutnya bisa mewadahi dan memaksimalkan pelaku-pelaku wisata baik agen perjalanan, biro wisata, penginapan dan pelaku bisnis wisata lain, biar bisa selaras dan tak jalan sendiri-sendiri.

Pada 2019 mendatang, ditargetkan 20 juta wisatawan mancanegara datang ke Indonesia. Adapun yang masuk lewat Yogyakarta atau DIY ditargetkan sebanyak delapan ratus ribu orang.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta menyebut bakal susah tercapai jika sasaran tersebut dihitung dari jumlah wisatawan yang direct flight atau dengan penerbangan langsung ke Yogyakarta dari luar negeri

Terlebih pada 2019 mendatang bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) selesai pada Maret. Dan belum diketahui maskapai mana yang bakal membuka penerbangan langsung dari luar negeri.

“Jadi kita mengarah ke sana telah ada, namun timenya, waktunya sudah terlalu mundur, jadi bisanya memaksimalkan yang telah ada,” ungkapnya, Selasa (19/9/2017).

Pada Selasa (19/9/2017) di Gedung Pracimosono diselenggarakan pertemuan antara Tim Pengkajian Kebijakan Pariwisata Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dengan Pemda DIY dan stakholder.

Pada pertemuan itu diketahui bahwa pada 2016 jumlah wisatawan mancanegara yang masuk melalui Bandara Adisutjipto berjumlah99.299orang.

sementara itu diketahui hanya 2 maskapai yang melayani penerbangan langsung dari Malaysia dan Singapura.

Dua maskapai itu merupakan Air Asia, Silk Air.

Dengan jumlah penerbangan tiga kali sehari untuk air asia dan 5 kali sehari untuk Silk Air.

Aris Riyanta mengatakan pihaknya bakal memaksimalkan dan mempromosikan kalender even yang berkelas internasional untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.

Selain juga destinasi wisata kelas internasional yang ada di DIY.

Selain itu untuk memenuhi target, pihaknya juga membangun fasilitas dengan standar internasional di sejumlah destinasi wisata, seperti Banjaroya dan Mangunan.

Selain di 2 titik itu masih ada dua titik lain sehingga ada 4 titik.

Pembangunan ini total menelan dana Rp tujuh ratus dua puluh juta dan ada yang untuk penyandang disabilitas.