Suksesnya Tempat Wisata di Jogja, Bukan Hanya Soal Jumlah Banyaknya Kunjungan

Suksesnya Tempat Wisata di Jogja, Bukan Hanya Soal Jumlah Banyaknya Kunjungan

Tempat Wisata di Jogja – Parameter keberhasilan pengelolaan wisata di Jogja tidak hanya terlihat dari jumlah banyaknya wisatawan saja, tapi juga efek terhadap sejahteranya masyarakat sekitar.

Suksesnya Tempat Wisata di Jogja, Bukan Hanya Soal Jumlah Banyaknya Kunjungan

Suksesnya Tempat Wisata di Jogja, Bukan Hanya Soal Jumlah Banyaknya Kunjungan (Sumber: tribunjogja.com)

Yogyakarta akan melakukan pendekatan Comunity Base Tourism yang diharapkan akan mendorong untuk menjadi sebuah ke-unikan tersendiri.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Bapak Aris Riyanta, “pendekatan seperti ini (Comunity Base Tourism) sudah diterapkan di beberapa tempat dan di harapkan bisa ber-impack langsung terhadap meningkatnya kesejahteraan maysarakat”, tegasnya.

Salah satu contoh tempat wisata di Jogja yang sudah menerapkannya adalah Tebing Breksi, Sleman dan Mangunan.

Tujuannya adalah supaya para wisatawan berlibur tidaknya menikmati pemdangan wisata saja, tapi membeli produk-produk lokal dan jasa-jasa yang di tawarkan masyarakat sekitar.

Tentu saja ini merupakan timbal balik yang sangat adil, sebab selain berlibur kita juga bisa menikmati kudapan yang di sediakan masyarakat setempat.

Selain peningkatan jumlah wisata, pendapatan masyarakat juga di harapkan meningkat dengan adanya CBT (Comunity Base Tourism) ini.

Penerapan CBT ini juga ada maksud tersendiri, yaitu untuk mengurangi angka pengangguran di lokasi wisata dan sekaligus juga memunculkan bisnis kreatif dari masyarakat.

Nah, sekarang bergantung bagaimana kolaborasi yang baik antara masyarakat dengan pemerintah setempat, apa mau bergerak atau hanya berpangku tangan saja.

Selain itu, adanya CBT ini diharapkan bisa diterapkan diseluruh lokasi wisata di Jogja secara umum. Dan tentu saja dengan harapan sejahteranya masyarakat.

Selain itu, ada hal lain yaitu kesadaran masyarakat untuk menjaga lokasi wisata agar tetap kondusif dan memunculkan ide-ide baru untuk diterapkan.

Apabila menilik tempat-tempat wisata lainnya di sekitar Jogja seperti di daerah Kopeng, Magelang dan sekitarnya mereka sudah mengadopsi hal ini.

Alhasil selain peningkatan terserapnya tenaga kerja di daerah setempat, juga peningkatan perekonomian yang bergeliat di daerah tersebut. Nah, tentu saja parameter ini sangat di perlukan, bukan hanya sekedar banyaknya kunjungan wisata.

Karena percuma saja apa bila hanya dikunjungi, tapi pengelola sepeserpun tidak mendapatkan apa-apa dari hasil jerih payah yang mereka berikan untuk mewujudkan lokasi wisata yang terkonsep indah.